TEMPO Interaktif, BANDUNG – Pemerintah Jawa Barat kini sedang mengagas pembuatan film sejarah Perang Bubat. Pembuatan film itu akan dilakukan dengan kerjasama pemerintah Jawa Timur, juga Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. “Gagasan itu sudah saya sampaikan dan sudah didukung. Tapi tunggu saja nanti setelah skenarionya selesai. Jangan dulu digembar-gemborkan” kata Wakil Gubernur Dede Jusuf, di Bandung,Kamis (2/7).
Menurut Dede, secara umum film itu baru dalam taraf gagasan. Tehnisnya, akan dibahas dengan Dinas Pariwisata Jawa Barat.” Dan kalau naskahnya sudah nanti baru dikoment.” ujarnya.
Menteri Pariwisata Jero Wacik meminta pemerintah daerah menggerakkan sektor ekonomi kreatif. Industri film sendiri, adalah salah satunya “Ini yang kita dorong, perkembangan film nasional,” kata Jero Wacik.
Saat ini, produksi film nasional mencapai 90 film pada tahun 2008 dan sudah menyerap 2 juta tenaga kerja. Karena itu, kata Jero Wacik, pihaknya akan terus mendorong orang daerah kreatif membuat film dokumenter sejarahnya sendiri. “Film Indonesia harus jadi tuan rumah didalam negeri,” ujarnya.
ALWAN RIDHA RAMDANI
Awal Mula Perang Bubat
Perang Bubat adalah perang yang kemungkinan pernah terjadi pada masa pemerintahan raja Majapahit, Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Mada. Persitiwa ini melibatkan Mahapatih Gajah Mada dengan Prabu Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat pada abad ke-14 di sekitar tahun 1360 M. Sumber-sumber tertua yang bisa dijadikan rujukan mengenai adanya perang ini terutama adalah Kidung Sunda dan Kidung Sundayana yang berasal dari Bali.Daftar isi [sembunyikan]
Rencana pernikahan
Peristiwa Perang Bubat diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda. Konon ketertarikan Hayam Wuruk terhadap putri tersebut karena beredarnya lukisan sang putri di Majapahit; yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, bernama Sungging Prabangkara.[rujukan?]
Namun catatan sejarah Pajajaran yang ditulis Saleh Danasasmita dan Naskah Perang Bubat yang ditulis Yoseph Iskandar menyebutkan bahwa niat pernikahan itu adalah untuk mempererat tali persaudaraan yang telah lama putus antara Majapahit dan Sunda. Raden Wijaya yang menjadi pendiri kerajaan Majapahit, dianggap keturunan Sunda dari Dyah Lembu Tal dan suaminya yaitu Rakeyan Jayadarma, raja kerajaan Sunda. Hal ini juga tercatat dalam Pustaka Rajyatajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 3. Dalam Babad Tanah Jawi, Raden Wijaya disebut pula dengan nama Jaka Susuruh dari Pajajaran. Meskipun demikian, catatan sejarah Pajajaran tersebut dianggap lemah kebenarannya, terutama karena nama Dyah Lembu Tal adalah nama laki-laki.
Hayam Wuruk memutuskan untuk memperistri Dyah Pitaloka. Atas restu dari keluarga kerajaan, Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamarnya. Upacara pernikahan dilangsungkan di Majapahit. Pihak dewan kerajaan Negeri Sunda sendiri sebenarnya keberatan, terutama Mangkubuminya yaitu Hyang Bunisora Suradipati. Ini karena menurut adat yang berlaku di Nusantara pada saat itu, tidak lazim pihak pengantin perempuan datang kepada pihak pengantin lelaki. Selain itu ada dugaan bahwa hal tersebut adalah jebakan diplomatik Majapahit yang saat itu sedang melebarkan kekuasaannya, diantaranya dengan cara menguasai Kerajaan Dompu di Nusa Tenggara.
Linggabuana memutuskan untuk tetap berangkat ke Majapahit, karena rasa persaudaraan yang sudah ada dari garis leluhur dua negara tersebut. Berangkatlah Linggabuana bersama rombongan Sunda ke Majapahit, dan diterima serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat.
Kesalah-pahaman
Melihat Raja Sunda datang ke Bubat beserta permaisuri dan putri Dyah Pitaloka dengan diiringi sedikit prajurit, maka timbul niat lain dari Mahapatih Gajah Mada yaitu untuk menguasai Kerajaan Sunda, sebab untuk memenuhi Sumpah Palapa yang dibuatnya tersebut, maka dari seluruh kerajaan di Nusantara yang sudah ditaklukkan hanya kerajaan sundalah yang belum dikuasai Majapahit. Dengan makksud tersebut dibuatlah alasan oleh Gajah Mada yang menganggap bahwa kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat sebagai bentuk penyerahan diri Kerajaan Sunda kepada Majapahit, sesuai dengan Sumpah Palapa yang pernah ia ucapkan pada masa sebelum Hayam Wuruk naik tahta. Ia mendesak Hayam Wuruk untuk menerima Dyah Pitaloka bukan sebagai pengantin, tetapi sebagai tanda takluk Negeri Sunda dan mengakui superioritas Majapahit atas Sunda di Nusantara. Hayam Wuruk sendiri menurut Kidung Sundayana disebutkan bimbang atas permasalah tersebut, karena Gajah Mada adalah Mahapatih yang diandalkan Majapahit pada saat itu.
Gugurnya rombongan Sunda
Kemudian terjadi insiden perselisihan antara utusan Linggabuana dengan Gajah Mada. Perselisihan ini diakhiri dengan dimaki-makinya Gajah Mada oleh utusan Negeri Sunda yang terkejut bahwa kedatangan mereka hanya untuk memberikan tanda takluk dan mengakui superioritas Majapahit, bukan karena undangan sebelumnya. Namun Gajah Mada tetap dalam posisi semula.
Belum lagi Hayam Wuruk memberikan putusannya, Gajah Mada sudah mengerahkan pasukannya (Bhayangkara) ke Pesanggrahan Bubat dan mengancam Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit. Demi mempertahankan kehormatan sebagai ksatria Sunda, Linggabuana menolak tekanan itu. Terjadilah peperangan yang tidak seimbang antara Gajah Mada dengan pasukannya yang berjumlah besar, melawan Linggabuana dengan pasukan pengawal kerajaan (Balamati) yang berjumlah kecil serta para pejabat dan menteri kerajaan yang ikut dalam kunjungan itu. Peristiwa itu berakhir dengan gugurnya Linggabuana, para menteri dan pejabat kerajaan Sunda, serta putri Dyah Pitaloka.
Hayam Wuruk menyesalkan tindakan ini dan mengirimkan utusan (darmadyaksa) dari Bali – yang saat itu berada di Majapahit untuk menyaksikan pernikahan antara Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka – untuk menyampaikan permohonan maaf kepada Mangkubumi Hyang Bunisora Suradipati yang menjadi pejabat sementara raja Negeri Sunda, serta menyampaikan bahwa semua peristiwa ini akan dimuat dalam Kidung Sunda atau Kidung Sundayana (di Bali dikenal sebagai Geguritan Sunda) agar diambil hikmahnya.
Akibat peristiwa Bubat ini, dikatakan dalam catatan tersebut bahwa hubungan Hayam Wuruk dengan Gajah Mada menjadi renggang. Gajah Mada sendiri tetap menjabat Mahapatih sampai wafatnya (1364). Akibat peristiwa ini pula, di kalangan kerabat Negeri Sunda diberlakukan peraturan esti larangan ti kaluaran, yang isinya diantaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan kerabat Sunda, atau sebagian lagi mengatakan tidak boleh menikah dengan pihak timur negeri Sunda (Majapahit).
Anda ingin mengetahui seberapa tinggi tingkat kecanduan browsing anda? Atau ingin memantau tentang aktivitas browsing seseorang? Ada sebuah trik untuk melakukan semua ini. Sangat berguna bagi para Netter sejati yang menghabiskan banyak waktu untuk melakukan kegiatan internet dan sangat berguna juga bagi para orang tua yang ingin memantau aktivitas anak-anaknya sehingga dapat mengetahui situs mana saja yang telah mereka kunjungi. Cara ini ditujukan bagi pengguna browser Firefox. Untuk mengoperasikannya anda harus menginstal sebuah Plug in / Add on yang bernama PageAddict. Anda bisa mendapatkannya pada situs resminya. Plug in / Add on adalah program tambahan (biasanya ukurannya kecil) yang berfungsi untuk melengkapi sebuah aplikasi, dalam hal ini adalah Firefox. Setelah anda menginstal Plug in / Add on PageAddict maka kegiatan browsing anda akan dipantau dan diukur secara otomatis. Untuk mengetahui hasilnya anda lihat pada situs PageAddict. Disitu bisa anda lihat berapa lama anda melakukan browsing, situs mana saja yang telah anda kunjungi dan seberapa lama anda mengunjungi situs-situs tersebut. Tingkat persentasi dari tiap-tiap situspun ikut ditampilkan. Saat ini Plug in PageAddict dapat bekarja untuk Firefox versi 2, sedangkan untuk versi 3 nya masih belum compatible / belum mendukung.
Thomas Vermaelen, bek tengah dari klub Ajax dikabarkan akan segera bergabung dengan Arsenal. Dikutip dari sebuah surat kabar di belanda Algemeen Dagblad, sang pemain mengatakan bahwa pindah ke Arsenal adalah jalan terbaik untuk meningkatkan kariernya. Setelah beberapa minggu lalu dikabarkan akan direkrut oleh Arsenal , bahkan ada berita yang menyatakan bahwa pertemuan kedua klub telah dilaksanakan minggu lalu. Pemain timnas Belgia ini akhirnya angkat suara, Vermaelen mengatakan: “Dalam beberapa hari ke depan akan ada pembicaraan yang lebih serius.” “Pindah ke Arsenal adalah jalan yang benar untuk karier saya. Ini tantangan yang baru dan juga menguntungkan dari segi finansial untuk saya. Saya rasa semuanya akan berjalan mulus.” Apabila pemain yang baru berusia 23 tahun ini jadi bergabung dengan Arsenal, dia akan menjadi pemain terpendek diantara para bek tengah the Gunners dengan tinggi hanya 180 cm (Toure/Gallas: 183, Djourou: 192 dan Song: 185cm). Belum ada pernyataan resmi baik dari Ajax dan Arsenal seputar spekulasi transfer sang pemain yang sekarang adalah kapten tim Ajax Asterdam. Sedikit data mengenai sang pemain:
Powercompact adalah lampu yang tergolong baik sebagai sumber cahaya untuk akuarium anda. Meskipun mereka sangat kecil, mereka bertenaga dan menjangkau akuarium dibandingkan dengan lampu neon karena lampu neon mempunyai gelombang yang pendek. Diagram berikut ini menunjukkan berbagai lampu dan perbandingan antara besaran dan panjangnya
Sebagai catatan, lampu metal halide sepertinya kurang cocok untuk keperuan pencahayaan akuarium kecil anda karena mereka tersedia dalam jumlah watt yang terlalu besar. Melihat beberapa eksperimen dan maju dalam teknologi, berbagai jenis lampu metal halide sistem yang tersedia untuk digunakan pada akuarium kecil anda. Ukuran kecil yang baru, seperti HQI ganda lampu 70w, sekarang tersedia dalam warna yang tepat diperlukan untuk spectrums tumbuhan karang. Ini adalah penting mengingat selama koral di dalam akuarium tidak terlalu padat. Apabila digunakan bersamaan dengan actinic biru lampu VHO atau PC ( powerCompact), Anda dapat membuat sistem pencahayaan sangat efektif untuk koral.. Jika Anda memutuskan untuk menggunakan lampu MH dengan perlu diketahui bahwa mereka akan menghasilkan banyak panas. Anda harus menggunakan banyak bantuan kipas agar mentransfer panas dari pada air.
Pelukis senantiasa bergumul dengan pertanyaan umum apa sebetulnya maksud serta tujuan seni itu. Buat apa sih? Apa tanpa seni orang lantas jadi bangkai? Atau ompong? Tetapi sejak penemuan fotografi, masalahnya jadi lebih jelas dan lebih urgen. Jelasnya, tujuan pelukis bukan sekedar menjiplak pemandangan alam. Sepintar-pintar pelukis seperti apa pun tidak bakalan bisa menandingi potret, baik bagusnya maupun murahnya. Karena itu, lebih dari seabad serentetan percobaan sudah dirintis orang untuk menegaskan fungsi dan daya jangkau sesuatu lukisan. Dalam gerakan ini, orang yang paling berani, paling inovatif, yang melepaskan diri jauh-jauh dari semata-mata seni yang biasa-biasa itu, dan yang dengan sendirinya paling berpengaruh, adalah Pablo Picasso.


SocialVibe